JANGAN SUKA MARAH !

Semua orang memiliki emosi untuk marah, meskipun marah merupakan kondisi  emosi yang normal, sama seperti perasaan cemas atau stres, marah juga dapat memberi manfaat baik bila diekspresikan dengan cara yang sehat dan cepat dikendalikan, namun jika sering marah kemarahan yang tidak sehat, seperti keseringan marah, menahan amarah untuk waktu yang lama atau melampiaskan amarah dengan meledak-ledak, bisa menyebabkan dampak buruk, tidak hanya pada hubungan dan kehidupan pribadi kamu, tapi juga kesehatan secara keseluruhan. Bila kamu sering marah-marah, ketahui dampak negatif untuk kesehatan, yaitu:

  • Menurunkan Kesehatan Jantung 

Dampak negatif suka marah adalah pada kesehatan jantung, sering marah-marah memicu perubahan fisiologis yang mempengaruhi darah sehingga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Hal ini karena kemarahan menyebabkan keluarnya hormon stres seperti adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik. Kemarahan juga membuat darah kamu lebih mungkin menggumpal, yang sangat berbahaya bila arteri kamu menyempit oleh plak yang mengandung kolesterol. Maka, cara untuk melindungi jantung kamu, yaitu dengan identifikasi dan atasi perasaan kamu sebelum kehilangan kendali. kemarahan yang diekspresikan dengan cara yang sehat, yaitu membicarakannya secara langsung pada orang yang membuat kamu marah dan menangani frustasi dengan cara memecahkan masalah tidak akan menyebabkan penyakit jantung.

  • Meningkatkan Risiko Stroke

Bila kamu sering marah-marah, sebaiknya hati-hati sebab juga berisiko mengalami stroke. Kondisi ini terjadi akibat bekuan darah ke otak atau pendarahan di dalam otak naik menjadi lebih tinggi setelah ledakan amarah. Bagi orang yang sudah memiliki aneurisma di salah satu arteri otak, risiko aneurisma untuk pecah menjadi enam kali lebih tinggi setelah ledakan amarah.

  •  Merusak  kesehatan Paru-Paru

Salah satu dampak perokok adalah rusak paru paru, meskipun kamu bukan seorang perokok, kesehatan paru parumu dapat rusak apabila sering marah-marah. Berdasarkan hasil penelitian sekelompok ilmuwan Universitas Harvard terhadap 670 pria selama 8 tahun, pria yang keseringan marah memiliki kapasitas paru-paru yang memburuk secara signifikan yang meningkatkan risiko mereka mengalami masalah pernapasan. Para peneliti juga berpendapat bahwa peningkatan hormon stres saat marah dapat menciptakan peradangan di saluran udara, banyak penelitian menemukan jika marah bisa meningkatkan tekanan darah tinggi. Semakin kita marah, maka akan semakin besar risiko tekanan darah tinggi dalam tubuh. Jika sudah begitu, kita akan rentan terhadap penyakit jantung, stroke dan penyakit mematikan lainnya.

  • Membuat semakin depresi

Amarah dapat menyebabkan depresi pada seseorang jika seseorang sering menunjukkan kemarahan pasif, yaitu cenderung menyimpan amarah mereka daripada mengambil tindakan. Menyibukan diri dan berhenti berpikir terlalu banyak menjadi salah satu cara untuk mengalihkan dan melawan depresi bercampur amarah. menyibukan diri dengan berolahraga, melukis, atau pun melakukan kegiatan sesuai hobi menjadi obat yang baik untuk mengatasi kemarahan. Aktivitas tersebut cenderung mengisi pikiran kamu sepenuhnya, sehingga tidak ada lagi ruang yang tersisa untuk kemarahan.

Itulah beberapa dampak buruk dari keseringan marah bagi kesehatan tubuh. Alangkah baiknya jika Anda berlatih untuk mengendalikan emosi, agar tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuh dan juga hubungan sosial Anda. Stay Health Sobat JOPers!

Editor : SF

 

Leave a Reply